Pages

Boengxoe's Collection

Minggu, 06 Maret 2011

BELAJAR MENCINTAI KEHILANGAN

Hidup di dunia tidaklah kekal. Kalimat yang mengawali tulisan ini.

Apa yang kita miliki tidak selamanya akan terus menjadi milik kita. Demikian halnya setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita…ada kelahiran, selalu diiringi dengan kematian. Dari sana kita belajar tentang ‘mendapatkan’ atau sebaliknya, ‘kehilangan’, hm…begitulah hakikat hidup!!! terkadang kita sebagai manusia terlalu

mengikuti ego dan hawa nafsu untuk memiliki sesuatu, atau menambah jumlah

sesuatu kepemilikan, sehingga kita pasti pernah melakukan hal yang tidak

sepatutnya untuk mencapai yang kita inginkan, ketika kita begitu mencintai

sesuatu akan terasa sedih ketika kita kehilangannya. Karena setiap manusia

pasti pernah mengalami kehilangan. Kita bisa saja kehilangan materi, jabatan,

kesehatan, dan cinta. Bahkan, keberhasilan yang dicapai

seseorang

Banyak reaksi kita lakukan saat kita kehilangan sesuatu. Ad reaksi yang positif. Ada pula yang negatif…

kehilangan adalah sebuah proses mendapatkan dan begitu pula

sebaliknya, mendapatkan adalah bagian dari kehilangan. proses ini

mengajarkan agar tidak membuat tamak pada realitas dan menyadari hakikat

diri sebagai manusia yang memiliki titik nadir pada suatu masanya.

Kehilangan memang menyedihkan tapi kita tidak bisa menghindari itu. Jangan

pernah disesali dan ditangisi kehilangan itu, tapi renungilah, buatlah

perbandingan dengan kondisi sebelumnya,,,. Hitunglah dan ukurlah porsinya,

seberapa besar kamu kehilangan dan seberapa besar yang kamu dapatkan.

Jangan pernah terlena dengan sebuah kehilangan apalagi yang hilang itu

materi atau kebendaan. Jangan pernah menangis atau menjerit bila yang hilang

itu adalah sesuatu yang memang akan hilang pada saatnya. Lakukan yang

seharusnya kita lakukan, berbesar hatilah dan persiapkan diri kita untuk

kehilangan itu. Dalam hidup, suatu hal akan muncul dan akan pergi pada

waktunya nanti. Tak ada yg abadi di dunia ini. Kehilangan akan membuat kita

merasa rapuh tapi disisi lain kehilangan bisa membuat kita tegar.

Yang perlu kita lakukan saat kehilangan adalah, INTROSPEKSI DIRI!! MUHASABAH… apakah kita pernah mengambil hak orang lain, sehingga Tuhan mengambil hak kita secara paksa. Sadari apakah kehilangan membawa manfaat contoh ketika seseorang

kehilangan pekerjaan, ternyata setelah proses kehilangan itu dia menjadi

seorang pengusaha sukses….karena dia berusaha untuk tidak meratapi episode kehilangannya…kerena dia terus berusaha untuk OPTIMIS dan BANGKIT!!! dan ingat walau dalam keadaan kehilangan akan lebih

menyejukan hati jika kita berusaha mengambil hikmah dari kejadian tersebut.

Kehilangan adalah sebuah proses yang harus dilalui dalam perguliran

kehidupan. Memang, sesungguhnya apapun yang ada pada kita selama hidup di

dunia ini tiada yang abadi. Karenanya, mungkin kita harus belajar untuk

menerima kehilangan. Mempersiapkan diri agar mampu menyiasati segala bentuk

kehilangan yang bisa kapan saja terjadi pada hidup kita. Karena tak ada

yang mampu menjamin hari esok, yang dapat kita lakukan hanyalah cermat

meminimalisir risiko kehilangan, supaya kita masih kuat melangkah ketika

ada sesuatu yang diambil kembali dari kita. Semoga kita bisa menghadapi

kehilangan jika sewaktu-waktu ia datang menghampiri.

Tetapi sesuatu yang hilang belum tentu meninggalkan kekosongan, karena

jejak-jejak yang ditinggalkannya tak pernah benar-benar hilang. Maka, mari

belajar untuk mencintai kehilangan itu, karena ia adalah bagian alamiah dari

hidup. Kehilangan membuat banyak pelajaran dan pengalaman baru buat kita

agar kita dapat menerima dengan baik proses itu, menerima diri kita sendiri,

kata orang bijak, manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup.

Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam

dalam kepedihan yang berlebihan ketika kita kehilangan. Kemenangan hidup

bukan berhasil mendapat banyak, tetapi ada pada kemampuan menikmati apa yang

didapat tanpa menguasai.

Dalam setiap kehilangan ada pembelajaran yang membuat jiwa makin dewasa atau mungkin menjadi sebuah proses lepasnya sebuah ego dalam diri

“Sayangnya…kehilangan bukan hanya soal normatif, ia juga bicara tentang

perasaan. Meskipun begitu kuatnya rasio ini berpijak bahwa satu kehilangan

akan tergantikan dengan perolehan yang lain, tapi kenapa begitu sulit

merelakan yang hilang…”

“Rasa kehilangan hanya akan ada jika kau pernah merasa memilikinya.”

0 komentar:

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45
:46 :47 :48 :49
:50 :51 :52 :53
:54 :55 :56 :57
:58 :59 :60 :61
:62 :63

Poskan Komentar